1 Corinthians 15:33 "Bad company corrupts good character."
“Berapa banyak sahabat Anda?”
“Siapa saja sahabat Anda?”
“Apa saja yang dilakukan sahabat Anda?”
Saya yakin akan memperoleh jawaban yang bermacam-macam. Ya,
sahabat, teman baik, sobat, best friend, close friend, itulah dia. Kita perlu
berteman dengan banyak orang, tetapi orang-orang yang menjadi sahabat kita
perlu kita pilih dengan teliti. Mengapa demikian?
1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk
merusakkan kebiasaan yang baik.
Ayat yang keras! Disebutkan jangan kamu sesat. Sesat
merupakan suatu perkataan yang keras dan tidak sembarangan disebutkan dalam
Alkitab. Mengapa pergaulan itu menjadi hal yang sangat penting?
Jawabannya adalah: pergaulan atau dengan siapa kita
bersahabat erat akan membentuk diri kita. Bahkan ada perkataan seperti ini:
“Tunjukkan pada saya siapa teman-teman Anda dan akan saya
tunjukkan siapa Anda.”
Diri kita sadar atau tidak sadar dipengaruhi oleh
sahabat-sahabat kita. Kita juga mempengaruhi sahabat-sahabat kita.
Permasalahannya adalah pengaruh mana yang lebih kuat? Kalau kita memberi
pengaruh positif dan sahabat kita juga begitu, tentu itu tidak menjadi
persoalan.
Permasalahannya adalah bagaimana kalau sahabat kita memberi
pengaruh negatif dan kita terpengaruh? Seharusnya kita yang memberi pengaruh
positif pada sahabat kita! Oleh karena itu, berhikmatlah dalam memilih
sahabat-sahabat kita.
Berikut ini merupakan sejumlah kriteria orang-orang yang
bisa kita jadikan sahabat:
- Amsal 17:17: Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Ya, sahabat sejati adalah orang-orang yang mengasihi kita
setiap waktu, bukan hanya saat kita senang, kaya, sehat, dan sukses; tetapi
juga saat kita sedih, miskin, sakit, dan bangkrut.
Menaruh kasih setiap waktu bukan berarti harus 24 jam sehari
dan 7 hari seminggu selama sepanjang tahun harus terus di sisi Anda. Tidak!
Bahkan mungkin sahabat Anda itu tidak selalu berkomunikasi dengan Anda. Tetapi
saat kita membutuhkan dia, dia bersedia mendampingi kita.
Menaruh kasih setiap waktu bukan berarti harus selalu manis
dan berbaik-baik pada kita. Tidak! Menaruh kasih setiap waktu juga berarti
menegur, mengingatkan, dan bahkan kalau perlu ‘mengguncang-guncang’ kita jika
kita salah.
- Matius 11:19: Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Orang-orang yang kita terima sebagai sahabat pasti memiliki
banyak kelemahan juga. Di situlah kita perlu dapat menerima apa adanya.
Menerima kelebihan teman mungkin adalah hal yang mudah, tetapi menerima
kelemahannya? Diperlukan kasih yang besar!
- Amsal 17:9: Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.
Sahabat sejati dapat dipercaya. Persahabatan yang dalam akan
menyebabkan kita membagi diri kita pada sahabat-sahabat kita. Membagi diri
maksudnya adalah membuka diri kita untuk dikenali oleh sahabat kita: kelebihan,
kelemahan, bahkan hal-hal terburuk yang ada di dalam diri kita.
Kalau Anda mengaku memiliki sahabat, tetapi Anda tidak
pernah membagi diri Anda kepadanya, tidak pernah membuka diri kepadanya, saya
sangat meragukan persahabatan Anda.
Ya, karena kita membagi diri kita pada sahabat-sahabat kita,
sangat penting untuk memilih orang-orang yang dapat dipercaya. Hal yang banyak
terjadi adalah orang yang kita anggap sebagai sahabat ternyata menusuk kita
dari belakang. Sangat menyakitkan! Karena itu, berhikmatlah dalam memilih
sahabat.
- Yohanes 15:15: Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Pada saat Tuhan menganggap kita sebagai sahabat-Nya, Ia akan
memberitahukan pada kita segala sesuatu yang didengar-Nya dari Bapa. Ya begitu
pula sahabat sejati. Berpadanan dengan nomor 3, sahabat sejati mempercayai
sahabatnya.
Selalu ada dua sisi dalam mata uang logam. Begitu pula dalam
persahabatan. Bila di satu sisi kita dapat dipercaya, tetapi sahabat kita tidak
mempercayai kita, persahabatan itu tidak akan jalan. Begitu juga sebaliknya.
Diperlukan kedua sisi.
- Yakobus 2:23: Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”
Abraham disebut sahabat Allah karena Abraham melakukan
kebenaran. Ya sahabat sejati melakukan kebenaran.
Bagaimana bila sahabat Anda ternyata tidak memiliki kriteria
1-5 tadi? Coba periksa apakah dia memiliki kriteria-kriteria di bawah ini? Jika
ternyata sahabat kita tidak memiliki kriteria 1-5 tadi dan memiliki kriteria-kriteria
di bawah ini, berarti sesungguhnya, Anda telah salah memilih sahabat.
Jika sahabat Anda tidak memiliki kriteria 1-5 yang telah
disebutkan sebelumnya tetapi juga tidak memiliki kriteria-kriteria di bawah
ini, Anda masih bisa menjadi sahabatnya. Namun dengan catatan Anda harus
menjadi orang yang mempengaruhi secara positif dirinya, dan bukan sebaliknya.
Sahabat sejati yang ideal seharusnya memiliki
kriteria-kriteria yang telah disebutkan tadi dan tidak memiliki
kriteria-kriteria yang akan disebutkan berikut ini.
Berikut ini merupakan kriteria-kriteria orang-orang yang
perlu dihindari sebagai sahabat :
- Mazmur 41:10: Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.
- Amsal 19:4: Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.
- Amsal 16:28: Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
- Yakobus 4:4: Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Bila Anda memiliki sahabat yang tidak seiman, justru di
situlah panggilan Anda untuk menjadi terang bagi-Nya, menjadi orang yang
mempengaruhi secara positif.
- Amsal 18:24: Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.
Kriteria kelima: orang-orang yang mendatangkan kecelakaan.
Bukan berarti Anda harus menghindari setiap permasalahan yang dihadapi oleh
sahabat Anda. Jangan salah mengerti! Sebagai seorang sahabat yang baik, kita
tentu saja harus membantu sahabat kita.
Tetapi memang ada sejumlah orang yang kecenderungannya
adalah mencari-cari permasalahan, membawa itu kepada Anda, dan menyeret Anda ke
dalamnya. Nah, sekali lagi demi kedamaian hidup Anda, hindarilah orang-orang
seperti ini sebagai sahabat!
Bedakan dengan jelas sahabat-sahabat Anda dengan orang-orang
yang mau Anda jangkau! Dengan orang-orang yang mau Anda jangkau, jelas Anda
tidak boleh dan tidak dapat memilih-milih. Semua orang perlu Anda jangkau.
- Ulangan 13:6: Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
Kriteria keenam: orang-orang yang akan membujuk dan membuat
Anda berpaling pada allah yang lain. Ini benar-benar perlu Anda hindari sebagai
sahabat. Tuhan Yesus memberkati.

Artikel yang bermanfaat..:D Teruskan bro..!! :D
ReplyDelete